Mengapa imam Syiah terbatas pada keturunan Husain?

Mengapa imam Syiah terbatas pada keturunan Husain? Tidak dari keturunan Hasan.

Pasalnya Husain menikahi seorang wanita tawanan dari Persia yg bernama Syahzanan, yaitu putri raja Persia Yazdajir ke-3, raja Persia terakhir dari dinasti Sasaniya yg dikultuskan. Putri tsb tertawan di saat perang, kemudian dikirimkan ke ibukota negara Islam, Madinah. Putri ini dibawa kehadapan Khalifah Umar bin Khattab. 

Semua mata memandang kepadanya, jangan-jangan diberikan kepada Umar atau putranya, Abdullah bin Umar.Tetapi Al-Faruq tidak pernah mengistimewakan dirinya sendiri atau putranya atau seorang dari keluarganya. Tetapi Umar mengkhususkan kepada keluarga Nabi. Maka dihibahkanlah putri tadi kepada Husain bin Ali radhiallahu ‘anhu. Setelah Husain menikahinya lahirlah putra yg diberi nama Ali bin Husain yg bergelar Zainal Abidin.

Syi’ah melihat bahwa darah yg mengalir pada diri Ali bin Husain & keturunannya adalah darah Iran yg kembali kepada raja-raja dinasti Sasaniyah. Karena itu orang Majusi mengkhususkan keturunan Husain untuk menjadi syarat sah imamah, tanpa keturunan Hasan yg LEBIH TUA & LEBIH BERHAK.

Jadi mereka tidak meyakini & mengagungkan melainkan penduduk Persi sendiri bukan semata Ahlul Bait seperti yg diyakini orang-orang yg tidak tahu menahu tentang Syi’ah. Begitulah fanatik Majusiyah mendasari perjalanan Syi’ah.

_______________

Sumber: Gen Syiah, Syaikh Mamduh Farhan Al Buhairi