Yang Membuatku Betah

Meski tanpa henti air mata mengalir, aku selalu berusaha menikmati hidup ini. Pun, kesedihan maupun kebahagiaan hidup sangat terbatas waktunya, karena kita pasti akan menutup usia, entah satu detik lagi, satu menit kemudian, satu jam nanti, hitungan bulan atau tahun. Kullu nafsin dzaaiqatul maut, tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, begitu ingat Al-Qur`an.

Di Tanah Arab nan jauh dari sanak saudara, banyak hal yang membuatku survive. Di antara kenikmatan hidup di negeri yang berlandaskan Qur`an dan Sunnah ini adalah alokasi waktu yang mendukung pelaksanaan ibadah secara maksimal. Aku merasa sirkulasi hidup di sini berdasar kumandang adzan. Adzan pertama shalat Fajar (Shubuh) di pagi buta adalah yang paling berat godaannya. Di siang hari, adzan kedua shalat Dzuhur, pertanda kantor kami tutup untuk kemudian aku kembali ke flat; makan dan istirahat siang. Pada adzan ketiga Ashar, berarti aku harus bersiap diri ke kantor lagi. Begitu adzan keempat dan kelima, shalat Maghrib dan Isya, berarti jeda waktu guna refreshing dari jenuhnya aktivitas di dalam kantor, yang banyak dihabiskan di depan layar monitor komputer.

Menjelang musim panas seperti saat ini, shalat Fajar semakin cepat tibanya. Oleh karena itu, godaan untuk tetap merebah di atas ranjang lebih kuat dari pada bangkit untuk mengambil air wudhu. Bayangkan saja, tidur malamku rata-rata jam 00.00, lantas harus sudah bangun kembali pukul 03.30 am bahkan lebih cepat, saat kumadang adzan Shubuh. Jika memang kondisi badan sedang lelah, suara adzan dari masjid sebelah flatpun tak terdengar sama sekali. Tapi alhamdulillah, jika diabsen, maka kealpaanku dari shalat berjama’ah Shubuh di masjid dapat dihitung jari.

Saat break siang tepat adzan Dzuhur, aku selalu menyempatkan shalat di masjid yang berlokasi di pertengahan jalan kembali dari kantor ke flat. Pertimbanganku, setelah berjalan cukup panas di siang hari dari kantor, aku bisa berteduh sejenak ke dalam masjid untuk alasan shalat Dzuhur berjama’ah. Maklum, tidak ada masjid di Arab Saudi kecuali berfasilitas AC, karpet tebal, serta fasilitas mewah lain bak hotel berbintang.

Hampir sama dengan shalat Dzuhur, saat Ashar, aku berangkat 1 jam lebih awal dari jam buka kantor. Setelah cukup hangat berjalan ke tujuan kantor di sore hari jam 3.00 pm, aku berhenti masuk ke dalam sebuah masjid di pinggir jalan yang aku lewati. Masjid yang biasa kushalati untuk shalat Ashar berbeda dari masjid untuk Dzuhur sebelumnya, meski jaraknya tidak jauh. Inilah kelebihan Kerajaan Saudi, di setiap blok jalan pasti ada menara masjid menjulang, alhamdulillah.

Pada waktu Maghrib dan Isya, ada dua opsi sebagai tempat berjama’ah; masjid di belakang kantor atau yang di seberang jalan. Kadang, jika aku bosan yang di belakang kantor, aku pergi ke masjid yang di seberang jalan belakang mini market. Keduanya punya ciri khas tersendiri. Yang paling aku suka di antara tempat-tempat berjama’ah shalat adalah yang bacaan imamnya paling merdu. Alhamdulillah, hampir semua masjid yang pernah aku singgahi imamnya hafidz dan indah bacaan Qur`annya.

Walhamdulillah, nikmatnya shalat berjama’ah inilah yang sering membuatku bertahan berputar mengikuti hari demi hari. Tak terasa sudah, hampir genap satu tahun aku bermukim di negeri Petro Dollar ini. Jika aku menghitung waktu, selalu saja teringat kegagalan hidupku di masa lalu dan takut menanggung beratnya tanggung jawab atas amal perbuatannku di hadapan Sang Khalik kelak. Belum lagi, si kecil yang ndut, Fakhri, yang selalu dan mudah membuat pipiku banjir air mata tak terbendung. Aku jadi seperti anak kecil yang cengeng minta dibelikan permen atau coklat jika mengingat anak.

Ya Rabb, sesungguhnya Kau tidak akan pernah membebani hambaMu di luar kemampuan. Aku mohon Kau sucikan dosa-dosa dan Kau angkat kesalahan yang ada pada diriku dengan sedih, gelisah dan gundah gulanaku ini. Sesungguhnya kami adalah milikMu sepenuhnya dan hanya KepadaMu kami akan kembali. Kumpulkan aku dengan orang-orang yang aku cintai di surgaMu kelak Ya Mustajaba-s-sailin……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s