Panadul – Obat Dosa

Obat Mujarab Untuk Penyembuhan Semua Dosa, Gelisah, Sedih dan Sakit

Kreatif juga para ulama di Arab Saudi ini. Dikemas seperti bentuk asli bungkus “Panadol” (obat sakit kepala yang terkenal itu), dibuatlah Panadul, obat khusus dosa, gelisah, sedih dan sakit. Sempat diulas di sebuah koran harian di Timur Tengah, kini saya dapatkan dari seorang teman. Saya coba terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, tips dan nasehat untuk saya pribadi dan bagi siapa saja yang menghajatkannya. Semoga bermanfaat.

Untuk siapa saja yang membutuhkan obat dosa-dosa…. Bagi setiap orang yang tenggelam dalam maksiat dan dosa…. Untuk orang-orang yang terbebani berbagai macam musibah dan bencana…

Untuk setiap jiwa yang terbebani kegelisahan dan kesedihan… Bagi jiwa  yang merasa sempit di dunia yang luas ini…  Dan untuk setiap orang yang merasa kecil jiwanya…

Bagi para pencari kebahagiaan sejati yang belum menemukannya… Untuk yang merasa tidak lapang rezkinya… Bagi siapa saja yang mengharapkan anak tetapi diberikan… Untuk orang yang menderita sakit berkepanjangan…

Untukmu sebuah solusi… Bagimu obat setiap dari semua itu… ialah obat dosa-dosa: Panadul (memohon ampun dosa)

Allah swt bersabda: “maka Aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa membanyakkan istighfar, Allah menjadikan baginya dari setiap kegelisahan kelonggaran, dan setiap kesempitan diberikan jalan keluar dan diberi rezki oleh Allah dari arah yang tidak diduga-duga.” (HR. Imam Ahmad)

Lafadz dan bentuk kata-kata Istighfar

1.    أستغفر الله

Astaghfirullah

2.    اللهم اغفر لى

Allahummaghfirlii

3.       رب اغفرلى وتب علي إنك أنت التواب الرحيم

Robighfirlii wa tub alayya innaka anta-t-tawwabu-r-rahiim (HR. Abu Daud & Ibnu Majah)

4.       استغفر الله الذى لا اله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه

Astaghfirullah aladzi laa ilaaha illa huwa-l-hayyu-l-qayyum wa atuubu ilaihi (HR. Abu Daud)

5.       سبحان الله وبحمده أستقفر الله وأتوب إليه

Subhanallah wa bihamdihi astaghfirullah wa atuubu ilaihi (HR. Muslim)

6.    سيد الاستغفار وهو أفضلها: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Sayidu-l-istighfar dan ini yang lebih utama: “Allahumma anta rabbii laa ilaaha ilaa anta, khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika ma-s-tatha’tu, ‘audzubika min syarri maa shana’tu, abu`u laka bini’matika ‘alayya wa abu`u bidzanbii faghfi-r-lii, fa innahu la yaghfiru-dz-dzunuuba illa anta.” (HR. Bukhari)

Demikianlah bentuk dan lafadz-lafadz yang dicontohkan Nabi saw dalam hadits-haditsnya yang shahih. Diperbolehkan pula membaca bentuk dan lafadz istighfar yang lain yang inti maknanya sama dengan di atas, akan tetapi lebih diutamakan mengikuti contoh yang telah dipratekkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Keadaan & Tempat yang Tepat Untuk Istighfar

1.       Setelah selesai mendirikan shalat, saat itu dengan berlama-lama atau singkat. Allah swt berfirman: “Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Baqarah: 199)

2.       Beristighfar Saat Menjelang Shubuh; Allah memuliakan hambaNya yang memohon ampun kepadaNya di waktu yang penuh barakah ini, sebagaimana firmanNya: “(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17)

3.       Di Akhir Suatu Majlis Pertemuan; dari Abu Hurairah ra., Rasulullah hallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang duduk di sebuah pertemuan kemudian di dalamnya banyak percakapan (ilmu) kemudian sebelum membubarkan diri mengucapkan Subhanakallahumma wa bihamdika asyahadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika, maka pasti diampuni orang-orang yang berada di majlis tersebut.” (HR. Tirmidzi)

4.       Memohon Ampunan bagi Orang yang Telah Meninggal; Dari Ustman bin ‘Affan ra berkata:` Adalah Nabi hallallahu ‘alaihi wa sallam apabila selesai menguburkan mayyit beliau beridiri lalu bersabda:` mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang ditanya` (HR Abu Dawud)

Beberapa Buah dan Faidah Istighfar

1.       Istighfar sebagai salah amal menjalankan perintah Allah

2.       Istighfar salah satu cara agar dilimpahkan rezki

3.       Istighfar penyebab masuk ke surga

4.       Istighfar sebab diampuninya dosa-dosa dan dihapuskannya kesalahan-kesalahan

5.       Istighfar merupakan sebab diangkatnya derajat setelah mati

6.       Istighfar dapat menolak siksa dan adzab sebelum benar-benar terjadi

7.       Istighfar dapat membersihkan hati

8.       Istighfar dapat menjadikan anak shaleh

9.       Istighfar penyebab nikmatnya kesehatan dan kekuatan, dan lain-lainnya….

Perkataan Orang Shaleh Terdahulu Tentang Istighfar

Dari ‘Aisyah –radhiallahu ‘anha– dia berkata: “Beruntunglah bagi orang yang di lembaran hidupnya penuh dengan istighfar.”

Diriwayatkan oleh Luqman –’alahi salam–, sesungguhya dia berkata kepada anaknya: “Wahai anakku sesungguhnya Allah memiliki waktu yang banyak dan tidaklah Dia akan menolak di waktu-waktu tersebut orang yang meminta, maka perbanyaklah istighfar.”

Abu Musa –radhiallahu ‘anhu– berkata: “Telah ada pada kami dua penyelamat dari adzab, telah pergi salah satunya yaitu keberadaan Nabi saw bagi kami, dan yang tersisa bersama kami adalah sitighfar. Apabila istighfar ini juga tiada pada kami maka binasalah kami.”

Hasan Al-Bashri berkata: “Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah kalian, saat menghadapi hidangan di atas meja, saat kalian berada di perjalanan, saat kalian di dalam pasar, ketika kalian di perkumpulan, sesungguhnya kalian tidak tahu kapan ampunan itu akan turun.”

Qatadhah –rahimahullah– berkata: “Sesungguhnya inilah Al-Quran yang menunjukkan kalian kepada penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa-dosa dan obat untuk kalian adalah istighfar.”

Kisah-kisah Orang yang Beristighfar

Kisah Pertama

Disebutkan dalam sebuah kisah di sebuah acara radio Al-Quranul Karim (di negara Kuwait), seorang ibu, Ummu Yusuf bercerita; Dia telah terlambat memiliki anak sekitar sepuluh hingga lima belas tahun. Selama waktu itu pula dia telah pergi ke banyak dokter, baik itu dokter di dalam negeri Kuwsait, maupun di luar negeri hingga Eropa dan belahan benua lainnya.

Sampai waktu yang cukup lama tersebut, dia belum dikaruniai anak. Dan pada suatu hari, dia pergi ke salah satu pengajian agama, di sana dia mendengar seorang ustadzah berceramah tentang keutamaan istighfar dan faedah-faedah lainnya.

Setelah mengetahui tentang istighfar tersebut, Ummu Yusuf banyak menghabiskan waktunya dengan istighfar. Belum genap enam bulan selama rajin beristighfar, ternyata dia hamil, lantas lahirlah Yusuf dan dia sekarang telah berumur enam tahun –maa syaa Allah…..

Kisah Kedua

Seorang wanita bercerita; telah meninggal suamiku dan aku berusia 30 tahun serta mempunyai lima orang anak, laki-laki dan perempuan. Dunia ini terasa gelap di depan mataku dan aku selalu menangis hingga berkurang penglihatannku. Aku selalu meratapi nasibku, aku putus asa, kekuatan fisikku melemah. Sementara anak-anakku masih kecil dan tidak ada uang pemasukan bagi kami untuk mencukupi kehidpan kami, kecuali harta sisa peninggalan suamiku aku gunakan sehemat mungkin. Dan suatu ketika saat aku di dalam kamar, aku mendengarkan siaran radio tentang Al-Qur`anul Karim. Di acara tersebut seorang Syaikh berkata: Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memperbanyak istighfar, Allah menjadikan baginya dari setiap kegelisahan kelonggaran, dan setiap kesempitan diberikan jalan keluar dan diberi rezki oleh Allah dari arah yang tidak diduga-duga.” Maka setelah itu aku perbanyak membaca istighfar dan aku perintahkan anak-anakku juga melakukan sepertiku. Kemudian berjalan waktu selama enam bulan berlalu, hingga tiba ada orang yang ingin menyewa sebidang tanah milk kami yang dulu, maka aku sewakan dengan harga mencapai jutaan riyal. Anakku kemudian menjadi penghafal Qur`an dan dijadikan lokasi tersebut tempat sosial. Dan kini rumah kami disinari kebaikan dan hidup kami menjadi lebih bahagia, alhamdulillah. Allah telah memperbaiki bagiku dan semua anak-anakku; telah pergi dariku kegelisahan, kesedihan dan kegundahan selama ini dan aku merasa menjadi wanita yang paling bahagia di sisi Allah.

Hai hambaKu……

Dari sebuah hadits qudsi, dari Nabi salallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang diriwayatkan dari Allah tabaraka wa ta’ala, sesungguhnya Dia berfirman: “… Hai hambaku! Sesungguhnya kalian berbuat kesalahan di malam hari dan di siang hari, dan Aku mengampuni dosa-dosa seluruhnya. Maka memintalah ampun kepadaKu niscaya Aku ampuni kalian…..” (HR. Muslim)

Sesungguhnya ini adalah pekerjaan yang menakjubkan!!!

Apakah setelah ini semua….. Kamu tidak beristighfar (memohon ampun)????[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s