Gajian & Bank Syari’ah yang Ribawi

Hari tua di akhir bulan bagi sebagian karyawan, adalah hari-hari penghematan. Karena, pada saat-saat itu keuangan mulai menipis setelah gajinya diterima di awal bulan. Tapi, sebagian yang lain “sumingrah”, karena tidak sedikit di minggu terakhir seperti saat ini akan mendapat “ujrah” balasan dari pekerjaan selama sebulan penuh. Saya termasuk di kelompok yang kedua tersebut.

Mengikuti jaman yang telah berubah, kantor atau pabrik-pabrik membagikan gajinya tidak dengan uang cash, tapi ditransfer langsung ke rekening pribadi karyawan. Meskipun masih ada yang manual, pembagian gaji melalui rekening mempunyai banyak kelebihan dan keuntungan. Adapun saya, masih menerima gaji dengan uang riyal cash, karena saya belum yakin akun saya di Bank Rajhi di sini dapat menerima transfer uang dari kantor tempat saya bekerja. Maklum, orang Indonesia yang baru membuka akun rekening bank di Arab Saudi, dengan jenis tabungan yang bukan seperti umumnya, ada kekhasannya.

Bank Rajhi di Arab Saudi

Berbicara tentang bank, ada ilmu yang saya baru tahu tentang bank dan hukumnya dalam Islam. Dulu, sewaktu di Indonesia, saya sudah cukup maklum dengan fatwa haram bunga bank karena termasuk riba. Terutama sekali ketika telah ada alternatif lain untuk menabung selain di bank konvesional-ribawi. Sebagai solusi, masyarakat intelektual muslim Indonesia mulai menggagas bank syari’ah yang kini tumbuh lumayan pesat di negeri kita. Bahkan, tren label syari’ah (Islamic Bank) bertumbuhan bak jamur di musim hujan ketika ramai dijadikan salah satu produk bank konvesional. Saat itu, saya sering mendengar selintas tentang keabsahan sebah bank yang syar’i, yang benar-benar sesuai kaidah ekonomi Islam. Ada pendapat yang menyebutkan bahwa sejatinya bank-bank syari’ah di Indonesia tidak lebih sama dengan konvesional, masih mempratekkan system ribawi. Apa iya, Islamic Bank semacam Mu’amalat masih mempratekkan sistem ribawi, sebagaiamana tuduhan-tuduhan selintas yang terdengar? Di belakang bank-bank syari’ah ini ka nada tokoh-tokoh ekonom Islam semisal Antonio Syafi’i dkk?

Di Arab Saudi, saya menemukan jawabannya; bahwa praktek yang konon disebut syar’i di Indonesia ternyata benar-benar masih mempraktekkan riba! Kok bisa? Saya bukan ahlinya menjawab ini, saya hanya mendengar beberapa ceramah dan membaca sedikit referensi, ternyata terbukti demikian. Agar tidak disangka mendapat ilmu yang asal atau asabun (asal bunyi), bisa didengar & diunduh mp3 seminar bank syari’ah di http://us.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Arifin%20Badri/Seminar%20Bank%20Syariah%20%28Jakarta%29 atau lebih komplit di http://us.kajian.net/ceramah-islam-mp3/3-pintu-pintu-rezeki-ekonomi-islam-fiqih-hukum-perdagangan dan tulisanya di http://pengusahamuslim.com/baca/cap/1109/bagi-hasil-gaya-bank-syariah atau kritik ilmiah tentang bank Syari’ah di Indonesia di http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/1099/mengkritisi-para-praktisi-ekonomi-syariah-seri-1 dan http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/1104/mengkritisi-para-praktisi-ekonomi-syariah-seri-2 .

By the way, kembali ke judul tulisan ini; gajian. Jadi, in syaa Allah, setelah pihak kantor mengambil uangnya di bank nanti jam 10-an pagi, saya akan menerima gaji bersama-sama dengan 5 orang karyawan lainnya sekantor. O iya, saya menabung di bank Arab Saudi baru sebulan yang lalu. Dan terasa salah satu bedanya bank syari’ah asli dengan yang abal-abal. Dari awal saya menabung, uang tabungan saya di Bank Rajhi tidak pernah berkurang tidak ditambah. Kalau nabung 100 riyal, nanti kapanpun, akan saya ambil sejumlah itu juga. Dan awal kali buka rekeningpun tidak dipungut biaya seriyal pun! Ajiib ya…. dapat fasilitas ATM juga! Mungkin ada pertanyaan, dari mana nanti bank memperoleh keuntungan padahal nasabah menaruh uangnya di bank berarti butuh uang untuk bayar karyawan, perawatan gedung, beli sistem, dst? Nah, jawabannya ada di ink-link yang ada di atas. Met gajian….:-) [Darul Maharat, 25/4/1432]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s