Billahi, lauhibbunna(ki) lillahi wa fillah

BARANGKALI, kita sering mendengar kata “hubb” atau “mahabbah”. Kontan ketika mendengar kata tersebut, konotasinya adalah bentuk cinta-syahwat kepada lawan jenis. Dan judul tulisan ini memang sengaja saya tulis untuk seseorang, yang saya awali dengan sumpah (qasm) “demi Allah” (billahi), saya benar-benar sangat teramat mencintai(mu), cinta demi Allah dan cinta karena Allah….

Jangan heran jika judul diatas diterjemahkan dengan kalimat benar-benar sangat teramat” sebelum kata “mencintaimu”.  Bukan salah tulis atau keliru menerjemahkannya, tapi begitulah artinya dari bahasa Arab yang lebih indah diucapkan langsung dengan bahasanya daripada diterjemahkan ke bahasa kita.

Berasal dari kata kerja uhibbu (أُحِبُّ), yang bisa diartikan “aku mencintai,” kemudian diawali huruf la (لَ) dan diakhiri nun tasydid dengan harakat fathah ( نَّ ). Dalam tata bahasa Arab, kedua huruf di awal dan akhir tersebut merupakan penekanan (ta`kid) untuk kata kerja. Jadi, “mencintai” di sini bukan sekedar “mencintai” tetapi “benar-benar sangat teramat”, istimewa dan luar biasa. [cmiiam, correct me if i am wrong]

Agama Islam tidak melarang umatnya memiliki perasaan demikian, bahkan diharuskan sehingga mendapat ajr (ganjaran pahala) yang tidak kecil bagi yang mengamalkannya. Cinta ini tentunya yang disyariatkan, termasuk cinta kepada sesama manusia, cinta kepada lawan jenis, dengan niat ihtisaab (memohon pahala), cinta yang sangat dari laki-laki kepada wanita juga dapat berbuah surga.

Sedangkan kalimat terakhir “lillahi wa fillah” (cinta demi Allah dan cinta karena Allah), menurut Ibnul Qoyyim rahimahullah, merupakan bagian dari konsekwensi “mahabbatu maa yuhibbullah”. Mahabbatullah maa yuhibbullah adalah mencintai apa saja yang dicintai oleh Allah, sehingga selalu melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.

Dan bagiku, Billahi, lauhibbunna(ki) lillahi wa fillah, semoga selalu tertanam dalam hati ini untuk;

Allah dan RasulNya,

ibu,

ibu,

ibu,

kemudian bapak,

dan istri

Kemudian seluruh mukminin yang telah lalu dan sekarang……

Dan yang sedang aku cari kepastiannya untuk menambatkan cinta terdalam ini kepada dia setelah orang tua, yang akan menjadi bagian dari 2 episode hidupku; dunia dan akhirat. Siapkah anti ya ‘aziizatii…..?

شوقى كموجات الجبل                     تموج قوي الشدة

لأجلك حبيبتى لأسأل                      الله رضاه والجنة

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s