Andi Nita Paramitha Ilham

Nama adalah pertanda atau lambang. Maka, jika namanya baik semoga merupakan pertanda atau lambang yang baik bagi yang menyandangnya. Oleh karenannya, janganlah kita menamai seseorang dengan mengandung arti yang buruk atau jelek. Sebuah riwayat dari Sa’id bin Musayyib dari ayahnya dari kakeknya, ia berkata, “Aku pernah menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bertanya kepadaku, ‘Siapa namamu?’ Ia menjawab ‘Namaku huzn (kasar atau sedih).’ Beliau kembali bersabda, ‘Ganti namamu dengan nama Sahl (mudah).’ Ia berkata, ‘Aku tidak akan menukar nama yang telah diberikan oleh ayahku.’ Ibnu Musayyib berkata, Sejak saat itu sifat kasar senantiasa ada di keluarga kami.” (HR. Bukhari)

Lain di Arab, beda di Indonesia. Di negeri Arab, untuk satu anak satu nama. Misalnya, bayi laki-laki yang baru lahir cukup diberi nama “Amin.” Adapun yang tertulis di akta kelahirannya; Amin Muhammad Al-Qahtani. Ternyata ada tiga suku kata (tsulatsi). Amin namanya, Muhammad ayahnya, bermarga Al-Qahtani. Di kartu tanda penduduknya kelak, namanya lebih lengkap lagi; Amin Muhammad Sa’id Al Barokat Al-Qahthani. Ada tambahan nama kakek dan nama keluarganya.

Bagaimana memanggilnya? Panggil saja Amin. Ada juga “kunyah“, sebagai “panggilan” atau “sapaan” yang merupakan salah satu adab dalam Islam. Maka, Amin bisa dipanggil dengan “kunyah“-nya Abu Muhammad. Jika telah memiliki anak, maka bisa “kunyah” dari anak sulungnya Abu Faishal, misalnya. Kunyah” ini sebagai sebutan penghormatan pada seseorang dan salah satu sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini juga berlaku bagi perempuan, seperti pemberian kunyah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ummul Mu`miniin `Aaisyah radhiallahu `anha dengan “Ummu `Abdillah.”

Di Tanah Air, kita banyak mendengar nama seperti Muhammad Fakhri Al-Ilmi, atau yang khas bahasa kita; Asep Iwan, Ira Yulia, Puji Astuti, atau yang sekaligus panjang seperti Andi Nita Paramitha Ilham. Bedanya dengan budaya Arab; kita tidak sedang mengartikan; namanya Muhammad, ayahnya Fakhri dan marganya Al-Ilmi. Seperti juga Andi punya ayah Nita berkakek Paramitha bermarga Ilham. Jelas bukan itu maksudnya. Masing-masing daerah punya kekhasan, sebagaimana nama di Arab.

Jika namanya dengan bahasa Arab seperti yang pertama di atas, seringkali artinya dengan penyandaran kepada kata berikutnya (idhofah). Muhammad Fakhri Al-Ilmi; orang yang terpuji dengan kemegahan ilmunya, begitu maksud yang diinginkan. Meskipun tidak tepat miah bil miah (100%) terjemahannya, tapi tujuannya ingin seperti itu. Nah, yang menggunakan bahasa ibu kita. Seperti Asep Iwan, ini dua nama; Asep dan Iwan biasanya digunakan di awal sebuah nama. Sama seperti Ira Yulia; Ira dan Yulia, Puji Astuti; Puji dan Astuti, dan seterusnya. Andi Nita Paramitha Ilham? Konon, “Andi” disematkan di depan nama sebagai pertanda keturunan bangsawan Bugis. Nita Paramitha? Sepertinya, telinga kita akrab mendengarnya di infotainment, siapa tahu? Dan Ilham, seperti nama laki-laki? –SELESAI –

NB:

Mohon maaf jika ada kesamaan nama dalam tulisan di atas, tidak ada maksud mengejek atau menghinakan.

PERINGATAN

Dalam Islam, me-nasab-kan nama selain kepada ayahnya. Seperti kebiasaan menggabungkan nama suami ke nama isterinya. Ini adalah kebiasaan orang non-muslim, dan kita dilarang ikut-ikutan (tasyabuh) budaya orang kafir. Di antara dalilnya:

“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil di sisi Allah.” [QS al-Ahzab: 5]

Pada ayat di atas, anak-anak angkat yang meskipun diasuh bukan oleh ayah kandungnya saja, diharuskan menjaga nasabnya tetap kepada ayahnya. Apalagi seorang istri yang jelas nasabnya?

“Barang siapa menyerupai sekelompok orang maka dia adalah bagian dari mereka” (HR Abu Daud)

“Barangsiapa yang disebut bukan kepada bapaknya atau berafiliasi bukan kepada walinya, maka baginya laknat Allah yang berkelanjutan” [Hadits Riwayat Abu Daud]

Dan riwayat hadits lain yang tegas ancamannya, seperti ancaman masuk neraka.

Pepatah Arab

لِكُلِّ مُسَمَّى مِنْ اِسْمِهِ نَصِيْبٌ

Setiap orang akan mendapatkan pengaruh dari nama yang diberikan padanya.

مِنْ اِسْمِكَ أَعْرِفُ أَبَاكَ

Dari namamu, aku bisa mengetahui bagaimanakah ayahmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s