Menikmati Taraweh

Menikmati malam-malam bulan Ramadhan tidaklah sama antara yang mengetahui (berilmu) dan yang tidak tahu (jahil). Ini persis pertanyaan sindiran Allah ta’ala; “Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui.” (QS. Az – Zumar: 9). Saya bukan termasuk orang yang mengetahui lagi berilmu, tapi selalu mempunyai rasa ingin tahu (curiosity), terutama sekali tentang ibadah. Oleh karenanya, melewatkan shalat malam taraweh (qiyamul lail) sudah bukan suatu beban lagi, tapi lebih dari itu, saya ingin meningkatkan kualitasnya.  Semoga, selalu semata-mata karena Allah berkenaan janjiNya akan meninggikan derajat orang yang gemar qiyamul lail.  

Guna meraih kepuasan bertaraweh, selama beberapa hari ini saya berkeliling dari masjid ke masjid. Memang, sekitar 200 meter dari flat tempat tinggal saya, ada Masjid Jami’ yang biasa digunakan shalat Jum’at juga. Tetapi setelah menghabiskan dua minggu taraweh di masjid tersebut, kepuasan agar hati bertahajud lebih khusyu’ belum terbayar. Dan qadarullah, ada teman yang pegang kunci mobil mau antar ke masjid yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggal kami. 

Masjid pertama yang kami jadikan tujuan shalat taraweh adalah Masjid Jami’ Yusuf bin Ahmad Kanu. Masjid ini terkenal di kota Dammam karena salah satu imamnya Syaikh Sa’ad Al-Ghamdi yang suaranya masyhur lewat mp3 di seluruh dunia. Masjid ini sangat indah, baik dari bangunan dan fasilitasnya, juga lokasinya di area wisata, Cornesh Beach, Dammam. Satu kali kami mengikuti taraweh di masjid tersebut, menyisakan mata sembab dan hidung mampet karena tangis mengikuti doa qunut yang dilantunkan imam di akhir shalat witir. 

Pada hari berikutnya, saya mengajak beberapa rekan kerja untuk mencoba Masjid Yarmuk di Hayy Garanatha. Maa syaa Allah wa tabarakallah ta’ala, untuk masjid yang satu ini, bacaan imamnya yang tegas dan benar-benar dibaca dari hafalan dalam dadanya, membuat saya betah dan ingin berlama-lama shalat di masjid yang mengambil sebuah nama dari lokasi syuhada para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Masjid berikutnya di hari ketiga, kami berangkat ke daerah Jalawiyah, di mana Masjid Jami Turkiy yang luas berada. Komplek masjid ini di tengah padatnya perumahan penduduk, lokasinya tepat di pertigaan dengan halaman yang sangat luas di depan dan samping kanannya. Untuk midhoa-nya (tempat wudhu) berdiri bangunan tersendiri yang cukup besar dapat menampung jama’ah yang tidak sedikit. Meskipun didominasi makmum dari warga Saudi, tetapi kami dapati banyak pula WNI ikut menjadi jama’ah shalat Isya dan taraweh waktu itu. Rata-rata mereka sopir yang mengantar para majikannya qiyamul lail di masjid megah nan klasik tersebut. Untuk bacaan imamnya, terdengar sangat hudu (tenang) dan menghanyutkan, persis seperti wajah imam yang saya lihat beberapa saat sebelum memimpin shalat. Dan mendirikan shalat menjadi makmum di belakang imam membuat hati ini diajak untuk selalu berlemah lembut dan tenang sedingin es.   

Dari pengalaman ketiga masjid tersebut, malam tadi kami kembali ke Masjid Yarmuk. Utamanya ingin menikmati bacaan sang imam dengan hafalannya yang kuat, tetapi juga ada keperluan mengumpulkan jawaban kuis yang diadakan masjid tersebut. Dari pengalaman sebelumnya, dalam setiap rakaat taraweh, imam membaca ayat-ayat Al-Quran yang cukup panjang. Meskipun panjangnya membuat kaki ini merasa besar karena lamanya berdiri, masih kalah dengan panjangnya sang imam saat berdiri qunut membaca doa. Bagi saya, terutama masih cukup muda usia dan siap untuk tahan berdiri lama, menjadi makmum di Masjid Yarmuk ini benar-benar memuaskan hati. Setiap huruf kemudian ayat yang dibaca sang imam sangat mudah dicerna dan dihayati. Ini, bukan karena semata-mata sistem audio yang sangat bagus tetapi juga penghayatan imam saat memaca ayat-ayat Al-Quran. Jika bertemu dengan ayat-ayat janji dan ancaman (wa’ad wa waiid), sang imam melambankan bacaan serta mengeraskan suaranya. Dan lebih menyayat hati saat imam mengulanginya hingga tiga kali. Wallahi, benar-benar membuat pengingat dan peringatan agar selalu dzikrullah. Saya yakin, orang yang tahu artinya saja bisa merasakan ini, juga ikut larut kemudian menangis karenanya. Semoga Allah menerima ibadah kita di bulan Ramadhan ini dan termasuk dalam kelompok orang dijanjikan Allah atas pahala puasa kita, amiin ya Rabb….   

Silahkan unduh dan dengarkan doa qunut Imam di Masjid Yarmuk, Hayy Qaranathah di https://rapidshare.com/files/3064135617/qunut_masjid_yarmuk.mp3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s