Doa Qunut Sang Imam

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti shalat taraweh di Masjid Jami’ Yarmuk, sebuah masjid sekelas kecamatan yang berada di tengah perumahan elit penduduk kota Dammam, di Hayy Garanathah. Terus terang, di antara masjid yang saya sempat singgahi di Arab Saudi —selain Haramain Makkah dan Madinah tentunya— masjid ini mejadi terfavorit untuk shalat berjama’ah. Selain mayoritas jama’ah shalatnya adalah warga Saudi yang pakainnya khas serba putih (tsaub) plus wangi parfum, bacaan imamnya juga sangat sempurna suara dan hafalannya. Terlebih di bulan Ramadhan saat mendirikan qiyamul lail, kesempatan untuk lebih khusyu sangat kondusif karenanya. Tulisan ini kesan yang sulit terlupakan dan yang mempengaruhi  niat untuk selalu ingin ke masjid tersebut setiap saat.  

Saat shalat Isya didirikan, imam yang memimpin jama’ah shalat adalah seorang syaikh usianya di atas setengah abad dengan berjalan menggunakan tongkat. Meskipun terlihat lemah dengan alat bantu untuk berjalan kaki, tetapi ternyata suaranya sangat tegas lagi jelas saat membaca ayat-ayat Al-Quran dalam shalat. Begitu membalikkan badan menghadap jama’ah seusai mempimpin shalat, garis-garis kuat di wajahnya seakan menandakan sosok orang yang tegas. Tidak salah, bacaannya memang persis raut mukanya; yang keras serta memanjang ketika bertemu dengan ayat perintah, tetapi juga merendah lagi cemas-harap-takut saat ayat-ayat ancaman dan janji-janji Allah terbaca. Dan subhanallah, bukan hanya dia sebagai imam yang sering terisak menangis di tengah berdiri membaca ayat-ayat Al-Quran, tetapi makmum shalat pun terdengar ratapan rasa cemas-harap-takutnya.

***

عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ : – رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُصَلِّي وَفِي صَدْرِهِ أَزِيزٌ كَأَزِيزِ اَلْمِرْجَلِ مِنْ اَلْبُكَاءِ  (أَخْرَجَهُ اَلْخَمْسَةُ, إِلَّا اِبْنَ مَاجَهْ , وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ – صحيح . رواه أبو داود (904) ، والنسائي (3/13) ، والترمذي في الشمائل (315) ، وأحمد (4/25 و 26) ، وصححه ابن خزيمة (665 و 753)

Dari Mutharrif bin Abdillah bin Asy-Syikhir dari ayahnya berkata: aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dan di dadanya bersuara mendidih seperti mendidihnya air di dalam periuk karena menangis.” (Dikeluarkan oleh Imam yang Lima, kecuali Ibnu Majah dan Ibnu Hibban menshahihkannya, hadits shahih diriwayatkan Abu Daud (904), An-Nasai (13/3), At-Tirmidzi di Asy-Syamail (315), Ahmad (25 & 26/4), dan dishahihkan Ibnu Khuzaimah (665 & 753).

*** 

Seperti kebiasaan di masjid-masjid di Arab Saudi umumnya, saat shalat taraweh, imamnya bergantian memimpin. Khusus Masjid Yarmuk, selama yang saya pernah ikuti, selalu diimami oleh satu syaikh saja. Jikapun digantikan hanya pada saat shalat witir penutup qiyamul lail. Dan imam pengganti saat taraweh sembilan rakaa’at ini bukan tidak lebih baik atau lebih buruk dari imam shalat Isya, sangat sulit bagi saya menilai dan membandingkan diantara keduanya yang sempurna tersebut. 

Bedanya, imam shalat taraweh lebih muda usianya. Tidak heran, suaranya lebih lantang dan memenggal ayat demi ayat saat membaca surah Al-Quran, sangat jelas dan mudah diikuti. Dan sangat-sangat penuh penghayatan dari seorang yang ‘alim, ketika ayat yang dibacakannya bercerita kisah nabi-nabi terdahulu, maka kecepatan bacaannya koinsisten. Jika yang dibacakan ayat tentang kabar gembira di akhirat ataupun sebaliknya, nada tinggi serta panjang mad-nya menusuk dan mengoyak-goyak relung hati makmum shalat. Seringkali satu-dua ayat diulang-ulang hingga benar-benar tertancap bahwa janji Allah itu benar dan nyata. Kala tiba di ayat tentang perintah; seperti tidak menyekutukan Allah dan agar berbuat baik kepada orang tua beserta doanya, tak kuasa imam tersedak-mengisak tangis, begitupula kami di belakangnya, sebuah suasana yang hanya dirasakan oleh yang paham dan mengimani ayat-ayat suci Kitabullah.     

***

 صلى عمر صلاة الصبح وقرأ يوسف حتى بلغ إلى قوله تعلى: (إنما أشكوا بثى وحزنى إلى الله) فسمع نشيجه. (رواه البخاري وسعيد بن منصور وابن المنذر, فقه السنة ص. 195)  

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu shalat shubuh dan membaca surah Yusuf hingga sampai pada firman Allah ta’ala: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” Maka terdengarlah suara keras dari tangisannya. (Riwayat Al-Bukhari  dan Said bin Mansur dan Ibn Al-Mundzir, dalam Fiqih Sunnah hal. 195).  

***

Di akhir qiyamul lail beberapa hari yang lalu, imam shalat membaca doa qunut di akhir raka’at shalat witir sangat panjang. Kedua kaki penopang badan ini serasa membesar dan tidak berasa. Bitaufiqillah, serasa tidak beban serta terasa sebentar saja karena doa-doa yang dipanjatkan saat itu dengan penuh khusyu’. Sebagaiaman doa-doa qunut para imam di Masjidil Haram Makkah, imam di Masjid Yarmuk juga selalu menyelipkan doa kepada Allah bagi umat Islam yang sedang menghadapi balaa wa musibah. Tetapi pada malam itu ada doa yang belum saya dengar di hari sebelumnya dari imam shalat yang lainnya; Allahuma il’an man la’ana shahaba rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allahuma il’an man al’ana ummal mukminin…. dan seterusnya. Para makmum benar-benar mengamini dengan berurai air mata di pipi. Tidak salah sang imam mendoakan dengan penuh pemahaman ilmu dan sual kepada Allah tentang yang satu ini. Lisan-lisan kotor Syi’ah Rafidhah dari jaman ke jaman tiada puas mencaci generasi terbaik umat Islam hingga ummul mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha, tak lepas dari doa-doa keji mereka (tentang Syi’ah dapat dibaca di https://menulisdiari.wordpress.com/2011/03/27/ada-apa-dengan-syiah/ ). Tidak salah malam itu imam tersebut membacakan doa bagi mereka (download doa qunutnya di http://www.mediafire.com/?2148z07oepqvczn).

Wa lillahilhamd bi ni’amihi wa islam wa iman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s