Amalan Ringan Besar Ganjarannya

Di antara nikmat tinggal di Arab Saudi adalah kemudahan mendalami agama Islam. Bukan hanya mudah, wadah dan sarana yang tersedia juga dapat memotivasi “ghirah” setiap muslim yang mengharap pencerahan hati. Yang dibutuhkan hanya kemauan membagi waktu. Selain mendapatkan ilmu, sumber bacaan dan sarana untuk memahami agama Islam pun dapat diperoleh cuma-cuma. Bandingkan dengan di Tanah Air, butuh puluhan hingga ratusan ribu jika kita ingin mengoleksi buku atau kepingan cakram (cd) demi memahami ilmu agama. Tidak heran, jika selalu ada warga negara asing pendatang non muslim yang menkonversi agamanya menjadi muslim. Berikut terjemahan dari tulisan ringan handbook yang banyak tersebar dan mudah diperoleh di rak-rak masjid di setiap blok jalan di kota Dammam, Kerajaan Arab Saudi, tempat domisili saya saat ini.

Segala puja dan puji hanya bagi Allah semata,  shalawat dan salam semoga selalu tercurah untuk nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam, yang tiada nabi setelahnya, ‘amma ba’du:

Sesunguhnya Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan tentang banyaknya amalan yang mudah dikerjakan dengan nilai pahala sangat besar. Maka selayaknya bagi setiap muslim untuk selalu menjaga amalan tersebut dan tidak melalaikannya. Di antara amalan-amalan yang berpahala besar tersebut adalah:

Mendirikan Shalat Shubuh dan Ashar

“Barangsiapa shalat pada dua waktu pagi dan sore (Shubuh dan Ashar) maka ia masuk surga.”  (Muttafaq ‘alaihi)

Menjawab Adzan

“Barangsiapa saat mendengar muadzin mengumandangkan:  ‘Asyhadu anlaa ilaaha illaLlah wahdahu laa syariika lahu wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu,’ kemudian menjawab: ‘radhitu billahi rabban, wa bi muhammadin rasulan wa bil Islam diinan (aku telah ridha bahwa Allah sebagai Tuhan, Muhammad utusanNya dan Islam sebagai agama), Allah akan mengampuni dosanya.”  (HR. Muslim).

Mendirikan Shalat Sunnah

“Tidaklah seorang muslim shalat sunnah karena Allah ta’ala setiap hari sebanyak 12 raka’at di luar shalat wajib, kecuali Allah dirikan baginya rumah di dalam surga.”  (HR. Muslim)

Mendirikan Shalat Sunnah 4 Rakaat Sebelum dan Sesudah Shalat Dzuhur

“Barangsiapa shalat empat raka’at sebelum dan setelah shalat Dzuhur, Allah mengharamkan baginya neraka.”  (Shahih al-Jami’)

Membaca Ayat Kursi Setiap Selesai Shalat

“Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, tidak akan ada yang menghalanginya untuk masuk surga hingga dia meninggal.”  (Shahih al-Jami’)

Menyempurnakan Wudhu

“Tidaklah salah seorang berwudhu dengan sebaik-baiknya wudhu kemudian mendirikan shalat dua raka’at, menetapkan dengan hati dan wajahnya, kecuali pasti baginya masuk surga.”  (HR. Muslim)

Dzikir Setelah Shalat Shubuh

“Barangsiapa mendirikan shalat Shubuh berjama’ah kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian shalat dua raka’at, maka baginya laksana pahala orang yang berhaji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna.” (Shahih al-Jami’)

Berpuasa di Jalan Allah

“Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah menjauhkan darinya jahanam sejauh seratus tahun.”  (Shahih Jami’)

Berpuasa Tiga Hari di Tengah Bulan

“Berpuasa tiga hari  pada setiap bulan laksana puasa sepanjang masa.” (HR. Muslim)

Puasa Asyura

Rasululllah salallahu ‘alahi wa sallam ditanya tentang puasa di hari Asyura (10 Muharram), maka beliau bersabda: “Menghapus dosa satu tahun yang telah lalu.”  (HR. Muslim)

Menyingkirkan Penghalang di Jalan

“Seorang laki-laki melintas jalan dengan memotong pohon yang melintang di tengah jalan, kemudian berkata: ‘Demi Allah aku singkirkan batang pohon ini agar tidak menyusahkan kaum muslimin,’ maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga.”  (HR. Muslim)

Membaca Al-Qur`an

“Barangsiapa yang membaca satu huruf Al-Qur`an maka baginya satu kebaikan semisal sepuluh kali lipatnya, aku tidak katakan: Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (Shahih Bukhari)

Mengurus Anak Yatim

“Saya dan penanggung beban hidup anak yatim itu di surga seperti begini,” seraya beliau menunjukan kedua jarinya: jari telunjuk dan jari tengah.”  (HR. Bukhari)

Membantu Orang yang Terlilit Hutan

“Barangsiapa yang memberi tangguh pembayaran hutang bagi orang yang sedang kesulitan atau membebaskannya, Allah akan melindunginya di hari Kiamat di bawah lindungan Arsy-Nya, di mana hari itu tidak ada lindungan kecuali dariNya.”  (Shahih al-Jami’)

Membantu Janda & Fakir Miskin

“Orang yang berusaha membantu para janda dan fakir miskin sama halnya dengan orang yang berjihad di jalan Allah” dan saya (perawi) mengira beliau berkata: “Dan seperti orang melakukan qiyamullail yang tidak pernah jenuh, dan seperti orang berpuasa yang tidak pernah berbuka” (HR. Bukhari)

Berdoa di Pasar

“Barangsiapa mengucapkan di pasar:  “La ilaaha illaLlah wahadahu laa syarika lahu, lahu mulku wa lahu al-hamd, yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khai, wa huwa ‘ala kulli syai`in qadiir. Allah menetapkan aginya seribu ribu kenaikan. Dan Allah menjaganya dari seibu ribu kejahatan, dan dibangunkan baginya rumah di surga.”  (Shahih At-Targhib wa at-Tarhib)

Mengharap Syahid

“Barangsiapa mengharap mati syahid dengan benar, Allah menyampaikannya ke derajat syuhada meskipun dia meninggal di atas kasurnya.” (HR. Muslim)

Berakhlak Mulia

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat pada timbangan seorang yang beriman di hari kiamat daripada akhlak yang terpuji.”  (HR. Tirmidzi, Hasan Shahih)

Diterjemahkan dari “Amalun Yasiir wa Ajrun Kabiir”, ‘idad: al-Qism Al-Ilmiy  bi Madari al-Wathan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s