Anda Bertanya, Agama Syiah Menjawab

Kenapa dalam banyak pertemuan saya dengan mahasiswa Indonesia, mereka memuji –muji Ahmadinejad?” Tanya seorang mahasiswa berkebangsaan Iran ketika makan siang.“Itu semua Pengaruh media” Jawab saya sekenanya, “Di Indonesia banyak tulisan-tulisan yang memposisikan Ahmadinejad layaknya Pahlawan ” terang saya.

Dari jumlah Pelajar yang kurang lebih 18.000 orang yang berasal dari sekitar 200 negara yang menuntut ilmu di jamiah Islamiyah madinah( universitas islam madinah) ,anak-anak berkebangsaan iran turut meramaiakan kemajemukan yang ada di universitas yang multikultural ini.

Mahasiswa dari Iran yang belajar di jamiah islamiyah ini mayoritas berasal dari tempat-tempat perbatasan antara iran dengan negara lainnya ,karena berdasarkan penuturan mereka pusat-pusat kota dan daerah daerah yang besar dikuasai oleh pemeluk Agama Syiah Rafidhoh,masjid masjid yang beralirankan islam sunni di pusat kota mencapai jumlah “nihil” seluruh masjid beraliran syiah. 

 Iran yang diklaim menentang yahudi ini ternyata merupakan Negara yang memiliki komunitas Yahudi terbesar kedua setelah Israel,sekitar 25-30 ribu penduduk beragama yahudi berdiam di iran sebagaimana yang dilansir sumber resmi pemerintahan iran.Tak heran ketika masjid Ahlussunnah tak pernah tegak di Teheran, lebih dari 10 sinagogue (tempat ibadah umat Yahudi) ditemukan di sana, tak hanya tempat ibadah para yahudi mempunyai hak tuk duduk di parlemen sebagaimana warga syiah (lihat : Roger Cohen of the International Herald Tribune,22 februari 1999),tuk muslim sunie? Tidak ada hak untuk itu. 

Agama Ahmadinejad adalah Syiah Itsna ‘asyairah (syiah memiliki banyak aliran salh satunya syiah Istna ‘asyarriah), yang mana ianya adalah agama resmi negara tak ayal mayoritas penduduk Iran adalah pemeluk Syiah Itsna ‘Asyariah. Syiah itsna ‘asyariah sebagaimana yang diutarakan oleh sheikh Abdurrahman Sistry  merupakan mayoritas paham Syiah di dunia sekaranng ini. Sebut saja di Iran, Iraq, Suriya, Libanon, Bahrain dan di daerah – daerah lainnya termasuk Indonesia. Siapakah Syiah ini?

Sheikh Syiah bergelar  Al-Mufid menjawab : “Mereka adalah siapa saja yang mengikuti amir-l-mu’minien ali sholatullah ‘alaihi, dengan segala kepatuhan dan keyakinan akan kekhilafahan ali setelah rasulullah sholawatullah alaihi tanpa adanya pemisah, dan menafikan ‘kekhalifahan’ sebelum Ali.”(Muhammad bin Muhammad bin nu’man (seorang ulama syiah yang diberi gelaran Al-mufid) awaailu ‘l-maqoolaat fie ‘l-madzaahib al-mukhtaaraat, hal : 35). 

Dalam aliran mereka kekhhalifahan Abu Bakar ,Umar, dan Utsman Radiyallahuanhum tidak sah, semestinya Ali radiya ‘l-llahuu anh yang menjadi khalifah setelah rasulu ‘l-llah sholla ‘l-llahu alaihi wa sallam

Benarkah dalam Ajaran Syiah Jibril salah dalam menyampaikan wahyu?

“Allah mengutus jibril alaihi assalam  untuk ali , dan ternyata jibril keliru dalam menyampaikan “risalah” atawa wahyu yang seharusnya tuk ali diberikan kepada Muhammad.” (Al-Jazaairie, Nur ‘l-barahien juz 2 hal : 35 ) 

Apakah benar bahwa ‘Aisyah Radiyallahu anha  merupakan seorang pezina dalam ajaran syi’ah? (ya Allah jauhkanlah kami dari aqidah yang buruk ini) 

Ketika mahdi muncul nantinya, sesungguhnya Imam Mahdi akan menghidupkan ‘Aisyah ‘ dan memberikan “had”(hukuman yang diberikan seseorang,layaknya had zina adalah cambuk,atau rajam bagi yang berkeluarga) kepadanya,” perkataan ini diutarakan oleh imam mereka Al- Majlisy dalam kitabnya Haqqu ‘l-yaqien hal : 347 

Bahkan mereka menyatakan:

إن النبي لا بد أن يدخل فرجه النار, لأنه وطئ بعض المشركات (كشف الأسرار و تبرئة الأئمة الأطهار,24

sesungguhnya nabi(Muhammad)seharusnya  kemaluannya  masuk ke dalam neraka, karena telah menggauli beberapa wanita musyrik!“(menurut mereka ‘aisyah dan hafsoh adalah musyrik)(al-muswy,kasyf ‘l-asror wa tabriatu ‘l-aimmah hal :24) 

Kenapa di masjid nabawi sering terlihat para syiah ikut mensholati jenazah ahlu ‘l-sunnah? 

Niat mereka adalah mendoakan, dan doa tersebut berisi laknat yaitu : “ya Allah penuhilah lambungnya dengan api, kuburnya dengan api, dan kuasakan ular dan kalajengking atas mereka”(al-Hurr al-Aamili,Wasail al-Syi’ah 2/771) 

Namun banyak juga dari mereka yang sebenarnyya tidak paham akan agama bahkan ada sebagian yang  membenci agama negaranya, pernah seseorang mahasiswa yang cakap berbahasa Persia menemukan wanita Iran menangis, ketika di tannya penyebabnya ternyata ia tidak senang dengan Imam yang memandunya dalam haji, karena wanita-wanita yang masuk dalam rombongan Imam tersebut di gilir setiap malamnya tuk “melayani” sang Imam. Allah Musta’aan

 Apakah Islam sunnie dan Agama syiah sama tuhannya dan nabinya? 

“Sesungguhnya Tuhan yang mana khalifah setelah NabiNya(Muhammad) adalah abu bakar sejatinya bukan Tuhan kami, dan begitu pula nabinya bukan nabi kami”(Ni’matullah aljazaairy,al-Anwar al-Nu’maniyah,2/278)

Kalau boleh jujur agama yang berpahaman bahwa ibu umat mu’min adalah ‘pezina’,sunnahnya nikah mut’ah,masuknya ‘kemaluan’ manusia terbaik sepanjang masa ke dalam neraka,dan pahaman irasional nan horror lainnya ini telah di imani oleh banyak kalangan.Bahkan beberapa mahasiswa berkelakar : “kenapa di Indonesia, syiah banyak tersebar di daerah bandung dan Makassar?” “karena wanita-wanita daerah setempat memiliki paras yang jelita sehingga dengan gagasan syiah akan mut’ahnya (nikah  dalam tenggat waktu tertentu layaknya seminggu,3 hari dan sebagainya),banyak anak muda yang tertarik.” 

Tak langsung,bukan tidak mungkin dalam beberapa windu kedepan Indonesia menjadi “the next Iran” “iran kedua”, dan hasilnya Islam sunni di Indonesia tinggal menunggu ajalnya.Bagaimana tidak? Sedangkan dalam ajaran mereka, para penganut agama islam “halal darahnya”, 

Diriwayatkan oleh al-shaduq, ia bertanya kepada abu abdillah, “Apa pendapat anda tentang membunuh orang al-Nashib (Ahlu sunnah)? Ia menjawab :“Darahnya halal” (al-Anwar an-nu’maniyah 2/307) 

Pengakuan-pengakuan beberapa kalangan bahwa syiah di Indonesia tidak meng”kafir”kan sahabat radiyallahu’anhum,tidak menganggap ‘aisyah sebagai pezina,melarang mut’ah dan perbedaannya dengan sunnie hanyalah masalah sholat yang di jama’ setiap waktu nampaknya amat sukar dipercaya. 

Alasannya cukup sederhana Syiah memiliki ajaran yang mewajibkan pemeluknya tuk berbohong,yang dikenal sebagai “Taqiyyah”.Taqiyyah adalah “menyembunyikan kebenaran,menutupi keyakinan, demi maslahat agama dan dunia”.

“Wa la diina li man la taqiyyata lahu” , ” Tidak beragama orang yang tidak ber’taqiyya”, begitu ujar Muhammad al-kalienie di Usul ‘l-kaafie juz : 2 hal :576 dan kitab ini adalah kitab yang paling shohih dalam Agama Syiah. 

Ujar yang lain pula : “barangsiapa yang beriman dengan Allah dan Hari akhir maka Jangan berbicara di “daulatu ‘l-batil”(Negara yang Batil) kecuali dengan ‘Taqiyyah’ “(Muhammad Baaqir al-majlisy, bihaaru ‘l-anwar 72/421) 

Mereka menganggap Negara-negara yang berpenduduk mayoritas islam sunni sebagai Daulatu ‘l-batil.Lantas betapa sulitnya tuk bisa membedakan kapan mereka jujur dan kapan bertaqiyyah. 

Meminjam istilah santri “syammir wa Jidda” atawa “sisingkan lengan baju lantas berjuang” nampaknya sudah layak tuk dikumandangkan, para sahabat pena dengan penanya,pendekar khutbah dengan suara baritonnya, para cendekiawan dengan pemikirannya,para Ibu dengan pembacaan kisah-kisah Rasul ‘l-llah sholla ‘l-llahu alaihhi wa sallam dan para sahabatnya layaknya  Abu Bakar ,Umar,ustman,Ali,Abu Hurairah Ridwanullah alaihim dan para generasi ‘salaf’ lainnya terhadap buah hati sebelum tidur, demi terjaganya “anak-cucu” dari aqidah “tukang bohong.” 

Mencontoh ‘Ali bin abi thalib yang meratakan kuburan-kuburan yang tinggi (HR.Muslim : 969) atas perintah pemerintah saat itu yaitu Rasulu ‘l-llah shola ‘l-llahu alaihi wa sallam,kisah Abu Hayyaj al-Asadi yang diutus oleh khalifah ‘Ali bin Abi Thalib untuk menunaikan tugas serupa. (HR.Muslim : 969),begitu pula Imam Syafi’ie yang mengahncurkan bangunan yang dibangun di atas kuburan di kota mekkah bersama pemerintahan Makkah(lihat :Al-Umm : 1/463),Rakyat Indonesia dan Pemerintahan sudah sewajarnya bergotong royong’ tuk mengehentikan laju syiah rafidhoh di bumi pertiwi sebagaimana yang dicontohkan para Salaf di atas 

Anggapan kedudukan Ali layaknya Tuhan,Cacian mereka terhadap Shahabat dan Ibu kita ‘Aisyah,lalainya jibril menyampaikan wahyu di mata mereka,(maaf)Kemaluan Rasulu ‘l-llah yang berhak di Neraka,dan pahaman-pahaman mengerikan lainnya,nampaknya cukup menjadi alasan tuk mengatakan : “Sesat”.

Wallahu a’lam bi ‘l-showaab

Oleh: Rizqo Kamil Ibrahim (mahasiswa Universitas Islam Madinah)

 

Di bawah Bulan Purnama,Muharram, 15th 1433 H

Sumber : Abdurrahman bin saad bin ali asysyistrie ‘Aqooidu Asyiiah al-itsna ‘Asyairoh suaalun wa jawaabun ,(buku ini memuat 164 soal – jawab tentang aqidah syiah imam 12(istna ‘asyarie) jawaban diambil langsung dari karangan – karangan imam-imam syiah. Buku ini teramat penting terlebih sebagian besar syiah di Indonesia sama dengan di Iran, penulis tidak tahu apakah sudah ada terjemahan kitab ini.atawa belum)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s