Tentang Hadits Palsu

Banyak faktor yang mendorong dibuatnya hadits-hadits palsu, diantaranya:

1. Mendekatkan Diri kepada Allah Ta’ala

Yaitu dengan membuat hadits-hadits palsu yang memotivasi (targhib) manusia kepada amal-amal kebaikan dan menakut-nakuti mereka (tarhib) dari perbuatan munkar. Para pembuat hadits-hadits palsu dengan motif ini adalah orang-orang yang sangat dekat kepada sifat zuhud dan terkenal dengan keshalehannya (ahli ibadah). Mereka ini adalah seburuk-buruk para pembuat hadits palsu, karena manusia mudah tertipu dengan keshalehan mereka.

Beberapa yang terkenal diantara mereka adalah Maisarah bin Abdi Rabbih. Ibnu Hibban meriwayatkan dalam kitab adh-Dhu’afa’ dari Ibnu Mahdi, ia berkata : Aku berkata kepada Maisarah bin Abdi Rabbih, “Darimana engkau datangkan hadits-hadits ini; ‘Siapa membaca ini maka baginya pahala seperti ini’?” Ia menjawab, “Aku memalsukannya untuk memotivasi manusia!”

2. Membela Mazhab Tertentu

Terutama firqah-firqah yang memiliki kecenderungan kepada politik dan kekuasaan seperti Khawarij dan Syi’ah. Setiap firqah membuatkan hadits-hadits yang menguatkan pemikiran mazhabnya. Seperti hadits yang berbunyi,

علي خير البشر، من شكّ فيه كفرَ

“Ali adalah sebaik-baik manusia. Siapa yang ragu terhadapnya maka dia telah kafir.”

3. Merusak Islam

Para pelakunya adalah orang-orang zindik yang tidak mampu terang-terangan untuk membuat makar terhadap Islam sehingga menempuh cara yang busuk seperti ini. Diantara mereka adalah Muhammad bin Sa’id asy-Syami al-Mashlub. Orang ini telah meriwayatkan dari Humaid, dari Anas secara marfu’ (bersambung kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam),

أنا خاتم النبيين لا نبيّ بعدي إلا أن يشاء الله

“Aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi sesudahku, kecuali jika Allah menghendaki.”

4. Mazhab Firqah “al-Karramiyyah” dalam Memalsukan Hadits

Firqah (sekte) sesat al-Karramiyyah mendakwakan bolehnya membuat hadits-hadits palsu dalam masalah targhib dan tarhib. Mereka berdalil dengan apa yang diriwayatkan pada sebagian jalan-jalan periwayatan hadits,

من كذب علي متعمدًا

“Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja.”, yaitu pada riwayat yang menambahkan,

ليضلّ الناس

“Untuk menyesatkan manusia.”

Akan tetapi, tambahan riwayat seperti ini tidak sah dalam padangan para pakar hadits.

Sebagian pengikut firqah al-Karramiyyah berkata, “Kami berdusta untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan berdusta atas namanya.” (?!). Dalih seperti ini sangat buruk dan sangat bodoh, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak butuh kepada para pendusta untuk menyiarkan Syari’at yang dibawanya.

Selengkapnya di http://buletinalfityah.blogspot.com/2013/02/faktor-yang-mendorong-dibuatnya-hadits.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s